Senin, 12 Mei 2025

SWARA INDONESIA RAYA

MEDIA UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BAIK

IHSG7.428,15+0,82%
|
USD/IDR15.842-0,12%
|
JPY/IDR105,40-0,12%
|
EMAS1.512+0,34%
|
MINYAK78,40-1,10%
|
IHK2,41%Sep
|
LQ45914,80+0,65%
|
EUR/IDR17.240-0,18%
|
BATUBARA145,20+0,45%
|
CPO4.215+1,32%
|
NIKKEI38.981,75+0,57%
|
HANG SENG20.638,70+1,02%
|
S&P 5005.815,20+0,77%
|
BITCOIN64.210+1,85%
|
PROVINSI

Bentang Sawah dan Tantangan Tata Ruang Daerah

[Konten demo] Pertanian, permukiman, dan kebutuhan air perlu dibaca sebagai satu kesatuan.

Redaksi Demo SwaraJurnalis Investigasi
12 Oktober 2026
Foto ilustrasi rice oleh Silas Baisch dari Unsplash
Foto ilustrasi, bukan dokumentasi peristiwa dalam artikel. Sumber: https://unsplash.com/photos/aerial-photography-of-rice-terraces-during-daytime-rf5R1qXwlDUFoto: Silas Baisch / Unsplash

Konten demonstrasi Swara untuk pratinjau struktur rubrik. Naskah ini bukan laporan peristiwa faktual; foto digunakan sebagai ilustrasi.

Lahan pertanian berhubungan dengan jaringan irigasi, jalan produksi, dan permukiman di sekitarnya. Perubahan fungsi lahan dapat memengaruhi akses air dan jarak kerja petani. Perencanaan tingkat provinsi perlu melihat keterkaitan antarwilayah, bukan hanya batas administratif pada peta.